Jumat, 09 Juli 2010

PELUANG EMAS MEMBUKA INSTANSI PENDIDIKAN BARU



Sasaran Bangsa Indonesia dalam pembangunan saat ini adalah disamping pengentasan kemiskinan juga pengingkatan kualitas dan kuantitas pendidikan.

Mengingat bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa untuk dapat diraihnya.

Kayaknya pemerintah Indonesia sudah mulai memikirkan soal pendidikan bagi masyarakatnya secara serius.

Hal ini dapat dilihat dari alokasi APBN untuk sarana dan prasarana pendidikan yang semakin meningkat.

Kabar ini ternyata disambut dengan baik oleh pemerintah Propinsi yang dilanjutkan ke Kabupaten.

Wujud dari dari keseriusan pemerintah yang dapat dirasakan oleh masyarakat dalam hal peningkatan pendidikan adalah tersedianya vasilitas keringanan pendidikan bagi sekolah berupa BOS (Beaya Operasional Sekolah), pencanangan sekolah gratis untuk Sekolah Dasar, peningkatan kesejahteraan pengajar, bantuan pendanaan pengembangan sekolah baik negeri dan swasta, dsb.

Keseriusan pemerintah Indonesia ini dimanfaatkan oleh pemerintah daerah termasuk Kab. Grobogan dengan pengembangan sayap di dunia pendidikan.

Sekarang ini di Kab. Grobogan seolah-olah berlomba-lomba dalam membangun (mendirikan) instansi atau jurusan pendidikan baru baik dari jenjang Sekolah Dasar atau bahkan Pra-Sekolah sampai dengan Perguruan Tinggi.

Dengan maraknya sekolah-sekolah baru atau jurusan-jurusan baru di Kab. Grobogan jangan sampai menjadikan dilema bagi masyarakat.

Sudah menjadi tradisi bagi kita bahwa meraih sesuatu itu lebih mudah dari pada mempertahankan dan merawatnya.

Hal ini harus kita pikirkan secara matang sebelum mendirikan instansi baru, apalagi dibidang pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kuantitas akan tetapi juga kualitas.

Bahkan, kualitas inilah kunci suskses dibidang pendidikan.

Mengingat bahwa peran utama pendidikan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah bekal keahlian dalam mencari pekerjaan.

Pendidikan akan dinilai berhasil apabila dapat menyerap tenaga kerja secara besar-besaran.

Maka dari itu dari berbagai pihak terkait supaya benar-benar menjalankan amanahnya secara benar, mengingat generasi muda adalah penerus estafet perjuangan bangsa.

Semoga Kab. Grobogan semakin ungggul dalam bidang pendidikan dan menjadi rujukan bagi instansi pendidikan daerah lain. Good Luck Grobogan…..!

EFEKTIVITAS SENKOM GROBOGAN DALAM PERANANNYA SEBAGAI MITRA KERJA POLRI


SENKOM merupakan salah satu mitra kerja POLRI yang perlu diacungi cempol.

Hal ini terbukti dengan keseriusan dari SENKOM dalam mebantu kelancaran tugas POLRI yang semakin berat dengan kemajuan zaman.

Dengan adanya SENKOM inilah kerja berat POLRI akan dapat terkurangi.

Banyak keuntungan yang diperoleh POLRI dengan dibentuknya organisasi masyarakat sukarela ini terlebih dalam hal urusan kemasyarakatan.

Dengan berjalannya kerja SENKOM ini maka keamanan dan ketertiban masyarakat akan lebih meningkat.

Sebagai salah satu contoh yaitu SENKOM Grobogan.

SENKOM Grobogan merupakan salah satu SEKNOM yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia yang memiliki kredibilitas yang sangat tinggi.

Dapat dikatakan demikian karena SENKOM Grobogan atau bahkan SENKOM secara keseluruhan meskipun tanpa diberikan honor yang memadai tidak akan menurunkan semangat kerjanya.
Dalam even-even tertentu yang menyangkut kepentingan orang banyak, SENKOM Grobogan tidak ketinggalan dalam ikut andil dalam mengamankan kondisi lingkungan.

Dalam menyambut lebaran tiba, biasanya lalu lintas perjalanan sangat padat sehingga para petugas POLRI sangat kewalahan di dalam mengatur lalu lintas.

Di sinilah mitra kerja POLRI yang setia ini berunjuk gigi untuk membantu POLRI sekuat tenaga mengatur jalannya lalulintas.

Bahkan disetiap pinggir jalan dengan jarak tertentu dibangun sebuah pos peristirahatan oleh SENKOM dengan biaya sendiri.

Ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa.

SENKOM memang suatu ogranisasi yang bertujuan mensejahterakan masyarakat dengan tulus tanpa adanya pamrih sedikitpun.

Hal ini perlu dikembangkan untuk perkembangan pembangunan bangsa Indonesia sekaligus dapat dijadikan sebagai contoh bagi organisasi yang lain.

OLIMPIADE CABE RAWIT GROBOGAN 2010


Cabe rawit merupakan istilah popular bagi anak-anak penerus generasi muda LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang berusia sebelum masa remaja.

Jadi usia cabe rawit ini adalah kira-kira antara 3 sampai 12 tahun, setelah masa cabe rawit ada masa remaja atau muda-mudi, dan terakhir ada masa dewasa atau bapak-bapak dan ibu-ibu.

Dalam masa cabe rawit inilah sebenarnya yang menjadi barometer perkembangan LDII pada masa berikutnya.

Jadi, kita saat ini dapat memprediksi seperti apakah LDII dalam 50 tahun yang akan dating dengan mencermati cabe rawit LDII.

Sehingga peranan cabe rawit adalah sangat penting didalam perkembangan LDII.

Hal ini telah lama dikaji oleh LDII dan disimpulkan bahwa dengan meningkatkan kualitas cabe rawit maka eksistensi LDII semakin kuat bahkan akan akan berkembang pesat hingga sampai ke manca Negara.

Dalam perkembangannya, LDII semakin giat untuk memperkuat kualitas cabe rawit ini.

Salah satu wujud kegigihan LDII dalam memperjuangkan peningkatan kualitas anak-anaknya (cabe rawit) yaitu pada hari Minggu tanggal 27 Juni 2010 di Aula Masjid Sakinah Grobogan telah diadakan Olimpiode Cabe Rawit untuk wilayah Grobogan yang pertama kali.

Dalam Olimpiode Cabe Rawit diikuti sekitar 900 cabe rawit yang berasal dari seluruh pelosok wilayah Grobogan, yang antara lain dari Purwodadi, Grobogan, Godong, Mulungan, Pepe, Juwangi, Karang Wader, dan sebagainya.

Sedangkan jenis olimpiode tersebut antara lain Baca Al-Qur’an, Mewarnai Gambar, Menghafal Do’a, Wudhu, Sholat.

Dalam upacara pembukaan Olimpiode Cabe Rawit 2010 ini dibuka oleh Bp. Sarno selaku Pembina upacara yang meramanat pada seluruh warga masyarakat terutama warga LDII bahwa Olimpide yang pertama kali ini merupakan suatu bentuk keseriusan dalam meningkatkan kualitas LDII kedepan.

Semoga dengan diadakannya olimpiode ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi cabe rawit untuk menekuni ilmu keagamaan ini.

Mengingat dengan semakin bertambahnya tahun maka akan bertambah jelek zaman tersebut dalam hal akhlak, akan tetapi dalam urusan dunia akan semakin maju.

Minggu, 20 Juni 2010

Mau Jadi PNS…? Pergilah ke Grobogan

Grobogan merupakan sasaran emas bagi warga daerah lain seperti Surakarta, Boyolali, Klaten, Yogyakarta, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Semarang, Demak, Lasem, Bojonegoro, Kendal, Pekalongan, Pemalang, dan banyak lagi untuk memperoleh peluang pekerjaan baru sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal ini terbukti dari hasil pendataan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Grobogan yang banyak dibanjiri oleh pendatang dari luar daerah Grobogan sendiri.

Disamping itu dari hasil pengumuman CPNS Kab. Grobogan juga menunjukkan hasil yang sama, bahwa para pendatang juga banyak diterima menjadi PNS untuk wilayah Grobogan.

Hal ini disebabkan untuk formasi CPNS Kab. Grobogan masih cukup banyak mengigat Kabupaten Grobogan adalah sebuah Kabupaten yang sedang berkembang yang masih membutuhkan penataan-penataan lebih lanjut.

Selain itu dalam penyaringan CPNS wilayah Grobogan benar-benar mengandalkan kualitas CPNS yang sangat tinggi sehinga dalam prosedur seleksinya tidak memprioritaskan warga pribumi.

Akan tetapi semua warga pribumi diberkan kesempatan yang sama dalam memperebutkan peluang menjadi PNS.

Ini merupakan langkah bijak Pemda Grobogan dalam peningkatan PNS disegala bidang pemerintahan wilayah Grobogan.

Kajian Minyak Jarak sebagai Bahan Bakar Alternatif

Minyak jarak merupakan minyak yang diperoleh dari penyulingan buah dari tanaman jarak.

Tanama jarak merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh subur pada semua daerah di Indonesia baik pada dataran tinggi maupun dataran rendah, daerah banyak air maupun daerah kekurang air.

Sehingga wilayah Indonesia sangat berpotensi sebagai lahan budidaya pohon jarak.

Akhir-akhir ini telah diupayakan menanam pohon jarak dengan tujuan diambil minyaknya sebagai bahan bakar pengganti premium yang semakin hari semakin berkurang karena persediaan minyak bumi yang semakin menipis.

Akan tetapi apakah ini merupakan suatu langkah yang sudah tepat untuk menggantikan minyak bumi sebagai bahan baku bahan bakar kita?

Kita ingat bahwa nenek moyang sebelum ditemukannya minyak bumi yang diolah menjadi bahan baker terlebih dahulu memanfaatkan bahan-bahan alam untuk dipropses sebagai bahan baker, termasuk minyak jarak.

Minyak jarak dikenal oleh nenek moyang kita untuk aplikasi bahan baker sejak jauh belum ditemukannya minyak bumi sebagai bahan yang dapat diolah menjadi bahan baker yang selama ini kita pergunakan untuk menjalankan berbagai macam mesin kendaraan atau mesin industri.

Akan tetapi nenek moyang kita tidak mengembangkan minyak jarak sebagai pasokan bahan baker karena pertimbangan ekonomisnya yang rendah (tidak efektif).

Maka dari itu nenek moyang kita terus bereksplorasi untuk menemukan bahan yang dapat diproses menjadi bahan bakar yang lebih efektif.

Tahun demi tahun dilalui dan akhinya ditemukan minyak bumi dan batubara yang dapat diproses menjadi bahan baker yang lebih efektif dan efisien dari pada minyak jarak.

Sehingga apabila kita menginginkan minyak jarak sebagai bahan baker maka bagaimana usaha kita untuk mengefektifkan produksinya.

Apabila tidak dapat diefektikan maka akan terjadi pelonjakan harga yang sangat signifikan karena biaya Break Even Point (BEP) tinggi.